Portalkomando.id | Pasuruan — “Kesiapan tempur tidak lahir dari wacana, tetapi ditempa oleh disiplin, latihan tanpa henti, dan kesetiaan menjaga tanah pengabdian demi kehormatan bangsa dan negara.”
TNI AL, Dispen Kormar (Pasuruan). Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Aang Andy Warta, M.Tr.Opsla., didampingi Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Marinir Iskandar Muda dan Komandan Batalyon Infanteri 15 Marinir, Letkol Mar Fernando Susanti Lumi meninjau langsung pelaksanaan Latihan Tri Wulan (TW) IV Tahun 2025 prajuritnya di Daerah Latihan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan sesuai rencana, aman, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Beragam materi latihan yang digelar meliputi Menembak Sniper, Senjata Bantuan RPG 7, GPMG dan Senjata Mesin Sedang. Latihan tersebut untuk mengasah kemampuan tempur perorangan maupun kerja sama satuan kecil, sebagai bekal kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan tugas di medan operasi. Danbrigif 2 Marinir menegaskan bahwa kesiapan tempur hanya dapat diwujudkan melalui latihan yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan sepanjang tahun.
Dalam konteks penegakan fungsi dan kedaulatan, Daerah Latihan Grati merupakan kawasan latihan resmi Korps Marinir yang secara legalitas kepemilikan adalah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan digunakan secara sah untuk kepentingan pendidikan serta latihan militer. Oleh karena itu, pelaksanaan latihan di wilayah tersebut merupakan tugas negara yang dilindungi hukum.

Terkait adanya klaim sepihak dari oknum masyarakat yang tidak memiliki dasar hak kepemilikan, TNI AL menegaskan bahwa penggunaan lahan latihan Grati telah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Klaim tanpa dasar hukum tidak dapat dibenarkan, terlebih apabila berpotensi mengganggu kesiapan operasional prajurit dan kepentingan strategis pertahanan negara. Negara tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan mekanisme hukum, namun fungsi vital lahan latihan tidak dapat dikompromikan.
Latihan ini menegaskan bahwa profesionalisme prajurit Marinir berjalan seiring dengan ketegasan negara dalam menjaga aset pertahanan, hukum, dan kedaulatan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pimum
Tidak ada komentar